Salam Redaksi

Mahasiswa sering dianalogikan sebagai agent of change. Namun, disisi lain, ada hal yang harus dikaji dan direalisasikan oleh mahasiswa, yakni mengamalkan tridarma perguruan tinggi yang sampai saat ini sedikit demi sedikit terkikis dalam kehidupan para pemikir ini. Salah satu dari sekian banyak amanat yang diemban mahasiswa, adalah merubah serta memperbaiki keadaan menjadi lebih baik. Disinilah letak pers mahasiswa berperan menjadi anjing penjaga bagi tataran kebijakan-kebijakan yang menyimpang, baik dalam garis sesama mahasiswa maupun para elit pejabat kampus, sampai pemerintahan sekalipun.

Tahun 1914, terbitlah propaganda stensilan yang dinamakan Jong Java dinegeri ini, para mahasiswa Indonesia di Belanda menerbitkan Indonesia Merdeka pada 1924, kemudian para mahasiswa yang memandu ilmu dimesir menerbitkan Oesaha Moeda pada 1930, disusul Soeara Muda dan obor. Sampai-sampai Jacob Oetama berceloteh,”di Indonesia maupun di Belanda, penerbitan mahasiswa sempat menjadi bentara kebangkitan dan perjuangan nasional yang amat bermutu dan berpengaruh pada waktu itu”. Seperti yang tertulis dalam jurnal Balairung.

Menulis adalah sesuatu yang menyenangkan. Menulis bisa merubah keadaan psikologis seseorang. Menulis juga dapat memberikan sebuah kesan tentang karakter seseorang. Dan satu hal lagi, menulis bisa membuat income kita bertambah bahkan populer. Percaya?. Sebagai contoh, tokoh kesusastraan Indonesia seperti Pramoedya dan Rendra lebih terkenal di Australia, ketimbang bintang film atau musisi Indonesia yang tenar disini.

Dalam terbitan edisi perdana ini, kami dari redaksi mencoba menampilkan momen yang sangat menarik dari tradisi tahunan akademis. Kami mengangkat seputar kegiatan pengenalan mahasiswa baru Fakultas Adab dan Humaniora. Kemudian kami juga menampilkan rubrik khusus dari masing-masing jurusan. Tak lupa tulisan wajib sebuah majalah, seperti sajak dan cerpen, kami tampilkan dengan selektif mungkin. Tak kalah menarik, rubrik profil kami sajikan sesuai tokoh yang unik, cerdas dan layak. Dan kami juga menyuguhkan ruang entertainment yang mudah-mudahan menghibur kita semua. Tanpa melupakan identitas, suplemen khusus budaya, kami tonjolkan secara spesial dalam majalah ini semenarik mungkin.

Maka, sebagai mahasiswa yang berada dalam naungan Fakultas Adab dan Humaniora, sudah sepatutnya kita menelurkan sebuah karya dalam bentuk tulisan. Tuntutan yang berkesan akademis seperti memaksa kita menorehkan sesuatu, dan kini telah terealisasi, meski ada banyak kekurangan yang harus dibenahi dalam penerbitan ini. Jumlah halaman atau dari segi tulisan misalnya. Tanpa menghilangkan rasa hormat, dengan senang hati kami menerima saran dan kritik untuk penerbitan yang bontot ini, demi kemajuan bersama dan kebanggaan yang di idamkan kita semua.

Selamat membaca!

Salam peradaban!

Redaksi

December 15, 2008 at 8:14 am


Top Clicks

  • None

nu ngaklik ieu

  • 1,075 siki